Peringatan Isra' Mi'raj 1447 H MA Bina'ul-Akram Garung

Sabtu, 17 januari 2026. MA Bina'ul-Akram Garung merayakan Peringatan Hari Besar Islam Isra’ Mi’raj. Peristiwa ini dianggap sebagai bukti kekuasaan Allah SWT dan keistimewaan Nabi Muhammad SAW. Pada kegiatan ini dilaksanakan dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, tahlillan, mauidoh khasanah dan do'a penutup dengan Tema pengajian "Menginternalisasikan nilai-nilai Isra' Mi'raj ke dalam pribadi santri dan murid dalam keistiqomahan menuntut ilmu". Latar belakang Isra’ Mi’raj adalah peristiwa Amul huzni, Yaitu tahun kesedihan Nabi Muhammad ﷺ. yang bertubi-tubi. Tahun dimana nabi ditinggal oleh paman, istri, dan anaknya. Sehingga atas kelembutan dan kasih sayang Allah Swt terhadap Nabi Muhammad ﷺ. Allah Swt tidak membiarkan beliau larut dalam kesedihan. Melalui Isra Mi‘raj, Allah memperjalankan Nabi pada malam hari dan mengangkat derajat beliau untuk menyaksikan tanda-tanda kebesaran-Nya. Melalui kajian yang diberikan oleh "KR. Abah Miftahul Huda, S. Pd" bahwasanya:
Isra' adalah Perjalanan Nabi Muhammad ﷺ dari masjidil haram ke masjidil Aqsa dalam semalam. Sedangkan Mi'raj adalah perjalanan Nabi Muhammad ﷺ dari baitul makmur ke sidratul muntaha. Selama perjalanan, Nabi Muhammad ﷺ melewati beberapa kejadian salah satunya adalah bertemu dengan orang yang sangat harum baunya, lantas Nabi Muhammad ﷺ bertanya kepada malaikat jibril "siapakah orang tersebut wahai jibril?" lalu jibril menjawab ia adalah orang yang tingkah lakunya seperti dewi masyithoh (pembantu fir'aun). ketika perjalanan ke langit Nabi Muhammad ﷺ juga bertemu dengan para Nabi, yaitu:
- Di langit pertama, beliau bertemu dengan nabi Adam AS.
- Di langit kedua, beliau bertemu dengan nabi Isa AS dan Yahya AS.
- Di langit ketiga, beliau bertemu dengan nabi Yusuf AS.
- Di langit keempat, beliau bertemu dengan nabi Idris AS.
- Di langit kelima, beliau bertemu dengan nabi Harun AS.
- Di langit keenam, beliau bertemu dengan nabi Musa AS.
- Di langit ketujuh, beliau bertemu dengan nabi Ibrahim AS.
Setelah menghadap allah, Nabi Muhammad ﷺ mendapatkan perintah sholat 5 waktu yang awal mulanya diperintah untuk menjalankan sholat 50 kali dalam sehari. Peristiwa Isra’ dan Mi’raj dianggap sebagai salah satu keajaiban besar dalam sejarah Islam dan merupakan momen penting dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini sering diingat dan dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia, terutama selama bulan Rajab.
Jadi, pelajaran yang bisa dipetik dari Isra’ Mi’raj sesuai tema “Menginternalisasikan nilai-nilai Isra’ Mi’raj ke dalam pribadi santri dan murid dalam keistiqomahan menuntut ilmu” dapat diringkas sebagai berikut:
- Istiqomah dalam belajar: Nabi tetap tegar meski menghadapi kesedihan, santri pun harus sabar dan konsisten.
- Sholat sebagai fondasi ilmu: Perintah sholat menegaskan pentingnya kedekatan dengan Allah agar ilmu membawa berkah.
- Menghormati guru dan ilmu: Pertemuan Nabi dengan para nabi menunjukkan kesinambungan ilmu yang harus dijaga.
- Keteguhan hati: Perjalanan Nabi penuh ujian, mengajarkan murid untuk tidak mudah goyah dalam menuntut ilmu.
- Ilmu sebagai jalan ibadah: Belajar bukan hanya untuk dunia, tetapi juga untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Singkatnya, Isra’ Mi’raj menanamkan nilai sabar, istiqomah, disiplin ibadah, hormat pada guru, dan menjadikan ilmu sebagai ibadah.

Komentari Tulisan Ini
Kepala Madrasah
Anisatun, S.Pd
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut…
